
Kalau kamu masuk ke halaman ini dari profil yang ada di salah satu tulisan, mungkin kamu sedang mencari tahu tentang PASIRGURUN.
Jadi, PASIRGURUN ini blog pribadi saya.
Tempat saya menulis tentang berbagai hal yang saya temui, pelajari, kerjakan, dan pikirkan.
Melalui tagline “Ikatlah Kehidupan Dengan Menuliskannya,” saya ingin menjadikan blog ini sebagai ruang untuk mendokumentasikan isi kepala. Supaya tidak semuanya numpuk di pikiran, jundet, ruwet, mbulet, dan akhirnya hilang begitu saja.
Soalnya setiap hari kita itu kan pasti menemukan sesuatu. Entah masalah kecil ataupun besar. Serius ataupun cuma masalah remeh-temeh.
Kadang ada hal yang ingin kita ceritakan, tetapi bingung mau cerita kepada siapa. Kadang juga sudah cerita ke teman, tetapi rasanya masih ada yang belum keluar semua.
Namanya juga manusia. Kita itu paling suka bercerita tentang diri sendiri. Ingin didengarkan, dimengerti, dan kadang cuma ingin mengeluarkan unek-unek.
Masalahnya, kalau terlalu sering cerita sama circle atau kawan, mereka bisa bosan juga, kan? Apalagi kalau ceritanya itu-itu lagi.
Nah, daripada pengin cerita tapi tidak puas karena tidak bisa mengeluarkan semuanya, mending isi kepala tadi ditumpahkan saja lewat tulisan.
Mau panjang, mau pendek, mau membahas hal serius atau cuma kejadian yang menurut orang lain tidak penting, ya tulis saja.
Lagipula tulisan tidak pernah bilang, “udah ya, ceritanya kepanjangan.”
Menarik, bukan?
Sedikit Cerita
Ketertarikan saya pada dunia internet sudah lumayan lama.
Dulu, waktu masih SMK, saya suka baca tabloid dan majalah komputer. Ada PC Plus, Komputek, PC Media, Komputer Aktif, dan beberapa bacaan lain yang sekarang mungkin sudah jarang ditemukan.
Dari situ saya mulai tertarik dengan dunia IT.
Bukan profesional, ya.
Cuma hobi saja. Suka ngulik dan penasaran dengan hal-hal yang berhubungan dengan komputer dan internet.
Dulu itu zamannya GeoCities, 000webhost, dan banyak layanan website gratis lainnya.
Senang rasanya bisa punya website sendiri, meskipun tampilannya masih sederhana dan bikin website juga harus belajar sendiri. Kadang lebih banyak trial and error daripada jadinya. Hehe.
Dari situ saya mulai mencoba ini itu, sampai akhirnya kenal WordPress dan mulai membuat blog sekitar 2008.
Internet zaman itu beda banget dengan sekarang.
Kalau dulu pakai TelkomNet Instan, kita harus melewati ritual koneksi internet terlebih dahulu. Komputer dinyalakan, modem disambungkan ke saluran telepon, lalu tekan tombol Connect.
Setelah itu terdengar bunyi khas modem dial-up. Ada suara melengking, berderak, dan mendesis seperti mesin yang sedang berusaha keras menyambungkan kita ke dunia luar.
Kalau sudah terkoneksi, baru deh bisa internetan. Itu pun belum tentu halaman website yang mau dibuka langsung muncul.
Kadang menunggu satu halaman terbuka saja bisa lama banget.
Saya juga pernah pakai modem GPRS dan CDMA. Kecepatan internetnya, waduh, jangan ditanya. Menunggu satu halaman website terbuka sampai satu menit itu bukan hal yang aneh.
Itu pun kalau berhasil.
Kalau gagal, ya sabar lagi dari awal.
Saya juga pernah menggunakan layanan pascabayar ProXL untuk modem GPRS. Kalau tidak salah ingat, urusannya harus datang langsung ke layanan mereka.
Sekarang internet tinggal pakai HP, buka aplikasi, beres.
Dulu, internet masih langka, relatif mahal, dan untuk bisa terhubung saja ada perjuangannya sendiri.
Tapi justru masa-masa itu yang menarik.
Saya mengenal mIRC, ICQ, dan berbagai layanan email yang mungkin sekarang sudah asing bagi sebagian orang. Ada Plasa.net, DinoMail, RocketMail, dan entah apa lagi.
Saya punya banyak akun email waktu itu.
Buat apa saja?
Ya macam-macam, namanya juga lagi senang-senangnya menjelajahi internet. Sebagian akun itu mungkin masih ada, tapi saya sendiri belum tentu masih ingat password-nya.
Ada satu hal yang dulu terasa membanggakan ketika main mIRC.
Kalau nickname kita punya tanda @, artinya kita menjadi operator di channel tersebut.
Buat yang belum tahu, mIRC itu aplikasi untuk ngobrol lewat jaringan IRC. Kita masuk ke sebuah channel, lalu bisa bercakap-cakap dengan orang lain yang ada di sana.
Nah, operator punya hak untuk mengatur channel, termasuk mengelola anggota dan percakapan.
Dulu, kalau nickname kita ada tanda @, rasanya bangga banget.
Seolah-olah punya kuasa sendiri di dunia internet.
Hehe.
Padahal ya cuma operator channel, bukan direktur perusahaan.
Begitulah.
Ada saja hal yang bisa membuat kita bangga pada zaman itu.
Dari Blog Sampai Bisnis Internet
Setelah mulai mengenal website, saya juga belajar SEO, Google AdSense, dan berbagai peluang bisnis internet yang waktu itu mulai menarik perhatian saya.
Saya banyak mengikuti kursus online.
Sekarang kursus online ada di mana-mana, tinggal pilih mau belajar apa.
Dulu pilihannya belum sebanyak sekarang, jadi harus rajin mencari materi dan mencoba sendiri.
Tidak banyak pilihan, jadi tidak banyak waktu untuk bingung milih.
Salah satu yang pernah saya tekuni adalah bisnis afiliasi atau affiliate marketing.
Saya membuat website untuk memasarkan produk Amazon ke pasar Amerika.
Jadi, kita punya website, mendatangkan pengunjung dari mesin pencari, lalu mempromosikan produk melalui tautan afiliasi.
Kalau ada yang membeli lewat tautan itu dan memenuhi ketentuan program, kita mendapatkan komisi.
Gajian dolar hanya dengan website dan trafik organik.
Gokil banget masa itu.
Dari Amazon, saya juga merambah ke merchant lain, termasuk ShareASale dan ClickBank.
Saya belajar bagaimana mengelola website, mendatangkan pengunjung, dan mencari peluang dari internet.
Buat saya waktu itu, menarik sekali.
Kita tinggal di Indonesia, tetapi bisa menjual produk ke pasar Amerika.
Pengunjung datang dari mesin pencari, website bekerja, lalu ada komisi yang masuk.
Tentu saja, tidak semuanya semudah kedengarannya.
Urusan bayar layanan dari luar negeri saja bisa bikin pusing.
Mau membeli tools atau berlangganan hosting, sering kali harus pakai kartu kredit.
Masalahnya, saya tidak punya kartu kredit.
Akhirnya, saya mengenal VCC atau virtual credit card.
Dulu cukup banyak jasa VCC karena banyak orang membutuhkan cara untuk melakukan pembayaran internasional, sementara tidak semuanya punya kartu kredit.
Ternyata saya tidak sendirian.
Kalau urusan menerima pembayaran, ceritanya lain lagi.
Pernah ada urusan transfer melalui sesama pelaku internet marketing di Amerika.
Uangnya ditransfer ke rekening mereka, kemudian kerabat mereka di Indonesia mengirimkan uang ke rekening lokal kita.
Ribet?
Ya memang begitu.
Hehe.
Belum lagi kalau menerima pembayaran berupa cek.
Saya pernah mencoba mencairkannya di beberapa bank di Indonesia, tetapi mereka tidak bisa atau tidak bersedia membantu.
Saya ingat Bank Niaga dan UOB pernah saya datangi.
Bank lainnya sudah lupa.
Akhirnya, kalau ingatan saya tidak keliru, Bank Syariah Mandiri yang bisa membantu.
Sekarang kalau dipikir-pikir, perjalanan mencari uang dari internet pada masa itu bukan cuma soal bikin website dan mencari pengunjung.
Urusan pembayaran saja bisa menjadi petualangan tersendiri.
Katalog Minat & Isi Kepala
Daripada membatasi diri pada satu topik, saya memilih menjelajahi apa pun yang menarik perhatian saya.
Jadi, jangan heran kalau isi blog ini agak campur-campur.
Hari ini membahas WordPress, besok sejarah Islam, lusa soal buku atau psikologi.
Kadang juga cuma cerita tentang kopi yang enak dan murah.
Ya memang begitu.
Namanya juga blog pribadi.
Dan kalau dipikir-pikir, isi kepala manusia juga memang jarang mau diajak fokus pada satu topik terus-menerus.
Sejarah, Peradaban, dan Nilai-Nilai Islam
Saya tertarik dengan sejarah dan peradaban Islam.
Ada banyak kisah menarik tentang tokoh, perjalanan umat, berbagai peristiwa, dan pemikiran yang berkembang sepanjang sejarah.
Secara khusus, saya ingin membuat materi serial tentang Islam.
Bukan untuk menggurui, tetapi untuk berbagi cerita menarik yang saya pelajari.
Anggap saja seperti habis menonton film seru.
Ada bagian yang menarik, ada cerita yang bikin penasaran, dan rasanya ingin menceritakannya kepada orang lain.
Nah, kurang lebih seperti itu.
Itulah Islam, agama saya, kamu, dan mayoritas penduduk Indonesia.
Pembahasannya tidak hanya meliputi Islam sebagai agama ritual, tetapi juga sebagai aturan dalam kehidupan seorang Muslim.
Saya sendiri masih terus belajar.
Ada banyak hal yang belum saya ketahui, dan mungkin justru karena itulah saya tertarik untuk terus membaca dan menulis tentangnya.
Buku, Psikologi, dan Perilaku Manusia
Saya juga suka membaca buku, terutama yang membahas psikologi, pengembangan diri, dan bagaimana manusia berperilaku.
Ada cerita yang membuat saya tertarik dengan topik ini.
Dulu saya pernah menonton sebuah film Mandarin.
Judulnya sudah lupa. Tapi ceritanya masih teringat sampai sekarang.
Tokohnya seorang anak yang selalu dianggap bermasalah oleh keluarganya.
Suatu hari, dia menemukan sebuah buku.
Isinya tentang bagaimana mengatasi masalah yang sedang dia hadapi.
Lalu dia mengikuti petunjuk dalam buku tersebut.
Hasilnya, orang-orang di sekitarnya mulai bersikap baik kepadanya.
Ternyata, dia baru saja membaca cara agar orang lain menyukai dirinya.
Setelah menonton film itu, saya jadi banyak membeli buku-buku dengan genre serupa.
Saya ternyata suka mencermati bagaimana seseorang itu berperilaku.
Kenapa orang bisa bersikap seperti itu?
Kenapa ada perkataan yang membuat orang senang, sementara perkataan lain justru membuatnya tersinggung?
Hal-hal seperti ini menarik untuk dipelajari.
Meskipun tentu saja, membaca buku psikologi tidak otomatis membuat kita bisa memahami semua orang.
Kalau semudah itu, mungkin hidup kita sudah tidak banyak masalah.
Hehe.
Teknologi, Desain Grafis, dan AI
Dunia teknologi masih menjadi salah satu hal yang saya sukai sejak dulu.
Kalau dulu banyak mengulik website, hosting, dan SEO, sekarang ada banyak hal baru yang menarik perhatian.
Salah satunya perkembangan AI atau kecerdasan buatan.
Saya suka mencoba berbagai aplikasi dan perangkat lunak.
Kadang memang dibutuhkan untuk pekerjaan, kadang sekadar penasaran ingin tahu cara kerjanya.
Selain teknologi, saya juga berkecimpung dalam desain grafis.
Ada banyak hal yang bisa dieksplorasi, mulai dari membuat desain, mengolah visual, sampai mencoba berbagai aplikasi desain yang terus berkembang.
Kadang setelah mencoba, ternyata cocok.
Kadang juga tidak.
Ya sudah.
Namanya juga ngulik.
WordPress, Kepenulisan, dan SEO
WordPress punya tempat tersendiri dalam perjalanan saya di dunia internet.
Saya sudah menggunakannya untuk membangun blog, termasuk PASIRGURUN ini.
Karena itu, saya juga tertarik membahas hal-hal yang berkaitan dengan website, hosting, SEO, dan pengelolaan konten.
Selain itu, saya ingin terus belajar menulis.
Mulai dari menyusun kalimat, mengembangkan gagasan, sampai membuat tulisan yang enak dibaca dan mudah dipahami.
Lucunya, meskipun sudah lama berkecimpung di dunia blog, urusan menulis ternyata masih banyak yang harus dipelajari.
Mungkin karena menulis itu memang tidak ada habisnya.
Selalu ada cara untuk memperbaiki tulisan, menyampaikan gagasan, atau membuat sesuatu yang rumit menjadi lebih mudah dipahami.
Penerbitan dan Percetakan
Selain dunia digital, saya juga terbiasa mengerjakan desain yang kemudian diwujudkan menjadi produk cetak.
Mulai dari brosur, buku, kemasan, undangan pernikahan, dan berbagai produk cetak lainnya.
Ada kepuasan tersendiri ketika desain yang awalnya hanya ada di layar komputer akhirnya menjadi barang yang bisa dipegang.
Saya juga merupakan pendiri katadoa.id, layanan cetak buku Yasin dan Al-Qur’an dengan sampul khusus sesuai kebutuhan pelanggan.
Di bidang ini, saya belajar bahwa pekerjaan tidak berhenti pada membuat desain yang bagus.
Ada proses produksi, pemilihan bahan, ukuran, dan berbagai detail yang harus diperhatikan supaya hasil akhirnya sesuai harapan.
Software Akuntansi dan Aplikasi Produktivitas
Ini mungkin agak berbeda dari topik-topik sebelumnya.
Di luar dunia kreatif, saya juga suka mengulik aplikasi keuangan dan produktivitas.
Misalnya Jurnal.id, Kledo, dan aplikasi sejenisnya.
Entah kenapa, saya suka melihat bagaimana sebuah aplikasi bekerja.
Bagaimana pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual bisa dibuat lebih teratur dengan bantuan perangkat lunak.
Mungkin ada sedikit jiwa tukang arsip yang nyasar di dalam diri saya.
Perkara Sepele di Keseharian
Nah, kalau yang satu ini memang bisa macam-macam.
Hidup tidak selalu tentang pekerjaan, teknologi, buku, atau hal-hal serius lainnya.
Mampir ke tempat menarik, saya bakal tulis.
Ketemu kopi yang enak dan murah, tinggalin jejak di sini.
Soalnya kombinasi enak dan murah itu sayang kalau dilewatkan.
Ketemu hal-hal yang anomali, simpan di sini.
Kadang ada kejadian kecil yang sebenarnya biasa saja, tetapi menarik untuk diceritakan.
Tidak harus selalu ada pelajaran besar di baliknya.
Kadang ya cuma ingin cerita saja.
Toh, kehidupan kita bukan hanya terdiri dari peristiwa besar.
Ada banyak hal kecil yang ikut mewarnai hari-hari kita, tetapi sering kali terlupakan karena dianggap tidak penting.
Padahal, kalau dipikir-pikir, hal-hal kecil itulah yang paling sering kita temui.
Jadi, Selamat Menjelajahi PASIRGURUN
Saya tidak ingin membatasi blog ini harus selalu membahas satu bidang tertentu.
Bisa jadi hari ini saya menulis tentang WordPress, besok membahas sejarah Islam, lalu beberapa hari kemudian malah menulis tentang kopi atau pengalaman sederhana yang baru saja dialami.
Tidak semuanya harus saling berhubungan.
Namanya juga minat, kadang berkembang ke mana-mana.
Yang jelas, PASIRGURUN adalah tempat saya menyimpan berbagai hal yang saya temui, pelajari, kerjakan, dan pikirkan.
Kalau ada tulisan yang bermanfaat, silakan ambil manfaatnya.
Kalau ada cerita yang menarik, semoga menyenangkan untuk dibaca.
Dan kalau ada tulisan yang kurang tepat, ya saya juga masih belajar.
Tidak semua hal yang saya tulis harus dianggap sebagai sesuatu yang sudah sempurna.
Blog ini akan terus berkembang, mengikuti perjalanan dan apa pun yang nanti menarik perhatian saya.
Sebab, bagi saya, menulis bukan cuma soal membuat tulisan supaya dibaca orang lain.
Menulis juga menjadi cara untuk mengeluarkan isi kepala, menyimpan pengalaman, dan mengikat hal-hal yang mungkin suatu hari nanti ingin kita ingat kembali.
Ikatlah Kehidupan Dengan Menuliskannya.
Selamat membaca, selamat menjelajahi PASIRGURUN.



