
Sudah kuduga dari jauh-jauh hari. Dan pertanyaan itu sebetulnya terus ada dalam pikiran. Untuk apa dia tampil di TV dengan gaya yang khas, terlihat paling cerdas. Semua orang geger liat dia kok beda dari yang lain. Kata-katanya sangat menginspirasi banyak orang. Sampai-sampai ada konten kreator meniru gaya dia.
Sampai kebanyakan orang bilang kalau ga ada dia ga party. Memang betul, terasa kalau ga ada dia acara TV itu ratingnya mungkin biasa aja.
Orang-orang dapat inspirasi dari kata-kata yang diucapkan. Cerdas, semua orang bisa dipatahkan argumentasinya. Kita nggak pernah kepikiran, tapi dia bisa mikir sampai sejauh itu.
Luar biasa memang, sampai-sampai penasaran, buku apa yang dia baca. Kok sakti sekali dia. Semua orang digoblok-goblokin. Bahkan Presiden juga ga lepas dari sasaran kata-kata gobloknya itu.
Tapi ga usah panjang lebar bahas masa itu. Kita semua tau dan bisa cari tau lebih banyak di YouTube. Gimana sepak terjangnya dia melawan dan membantai lawan debatnya.
Sampai pada masa ini dia tampil di acara TV yang disiarkan juga di YouTube. Ternyata dia nggak berubah, gaya bahasa dan ciri khasnya tetap seperti dulu. Dia bahkan tidak menunjukkan kalau dia adalah termul. Dan memang tidak terlihat sama sekali, tidak ada gelagat sedikit pun kalau dia termul.
Kita yang ada di akar rumput, yang ga tau persis sebetulnya mereka sedang berdebat tentang apa. Kita bisa setuju dengan bapak guru komunikasi itu.
Bahwa apa yang disampaikan bukan apa yang apa yang diucapkan. Tapi apa yang bisa kita rasakan.
Kita orang akar rumput ga terlalu paham apa yang dia bilang. Kita hanya paham apa yang kita rasakan dari sesuatu yang tidak bisa dibaca.
Bisa dipastikan, gaya berpikir, gaya retorika, dia BUKAN termul, tapi dia adalah terwo.






