
Sebenarnya, dari awal saya sudah galau mau pakai domain ekstensi .COM atau .MY.ID. Kelihatannya sepele, cuma memilih nama domain. Tapi ternyata, kalau sudah berkaitan dengan blog pribadi, urusannya bisa panjang juga.
Apalagi kalau blog itu awalnya hanya untuk hobi, sekadar tempat menulis dan menuangkan pikiran. Harusnya sih nggak perlu terlalu banyak pertimbangan. Pakai domain yang murah, mulai menulis, selesai.
Tapi kenyataannya nggak sesederhana itu.
Ada beberapa hal yang terus berkecamuk dalam pikiran saya. Mulai dari harga domain, pengalaman menggunakan domain .MY.ID, keinginan mendatangkan traffic, sampai pertanyaan paling mendasar: sebenarnya blog ini mau dibawa ke mana?
Di tulisan ini saya ingin cerita tentang kegalauan memilih domain untuk blog pribadi. Barangkali ada yang punya pengalaman serupa.
Beberapa hal yang akan saya ceritakan:
- Pengalaman menggunakan domain .COM, .MY.ID, dan .WEB.ID.
- Pertimbangan SEO dan keinginan mendatangkan traffic dari blog pribadi.
- Alasan kenapa menulis untuk hobi ternyata bisa berkembang menjadi sesuatu yang ingin dikelola lebih serius.
.COM atau .MY.ID, Pertimbangan Awalnya Cuma Soal Harga
Kalau pakai domain .COM, harganya memang lebih mahal. Sekarang sekitar Rp200 ribuan per tahun. Sementara domain .MY.ID jauh lebih murah, bahkan ada yang sekitar Rp9.000 per tahun. Murah banget, kan?
Nah, ketika mengingat angka Rp200 ribu per tahun, saya jadi berpikir lagi. Blog ini juga bukan untuk menghasilkan uang. Hanya sekadar hobi, seperti kegiatan saya dari dulu: suka bikin blog WordPress, suka otak-atik WordPress, dan begitu saja kegiatannya.
Kalau dipikir-pikir, buat apa harus pakai .COM?
Pengalaman sebelumnya juga begitu. Beberapa blog dengan ekstensi .COM akhirnya tidak diperpanjang dan kedaluwarsa. Padahal, waktu itu tujuannya memang untuk mendapatkan penghasilan dari blog. Nyatanya, karena tidak menghasilkan uang, akhirnya dibiarkan saja.
Sekarang, blog ini cuma untuk menulis. Hanya sekadar hobi. Kenapa harus pakai .COM? Pakai domain .MY.ID saja, kan?
Tapi ternyata ada pertimbangan lain.
Pengalaman Menggunakan Domain .MY.ID: Susah Terindeks Google
Domain .MY.ID memang murah. Namun, berdasarkan pengalaman saya, ada tantangan tersendiri ketika menggunakannya.
Saya punya anggapan bahwa domain yang sangat murah seperti .MY.ID sering kali diasosiasikan dengan website yang bukan website utama. Misalnya website cadangan, website pendukung untuk backlink, website spam, bahkan website phishing.
Ini bukan semata-mata mitos dalam pengalaman saya. Beberapa kali saya menggunakan domain .MY.ID, dan masalah yang saya temui hampir sama: halaman website susah terindeks di Google.
Maksudnya, halaman website atau postingan kita tidak kunjung masuk ke hasil pencarian Google Search. Ketika sitemap XML kita kirim melalui Google Search Console, terkadang muncul penolakan dengan tanda merah. Saya lupa persis teks keterangannya seperti apa, tetapi pengalaman seperti ini bukan hanya terjadi pada satu situs. Beberapa domain .MY.ID yang saya punya mengalami hal serupa.
Proses indeksnya lama banget. Sudah begitu, ketika akhirnya terindeks, ada kalanya halaman tersebut kemudian hilang lagi dari hasil pencarian. Istilahnya, seperti mengalami shadow ban, meskipun saya tidak bisa memastikan penyebabnya memang itu.
Saya juga punya pengalaman menggunakan domain .WEB.ID. Kondisinya tidak separah .MY.ID, tetapi kalau dibandingkan dengan domain seperti .COM atau .ORG, menurut pengalaman saya, tetap terasa lebih berat.
Jadi, kalau tujuan membuat website adalah mengejar traffic dari Google, menggunakan domain .MY.ID atau .WEB.ID ini perlu dipertimbangkan matang-matang. Setidaknya, berdasarkan pengalaman saya, usaha yang dibutuhkan terasa jauh lebih besar.
Apakah Google Memang Membedakan Ekstensi Domain?
Tapi apakah Google memang pilih kasih seperti itu?
Sebetulnya nggak juga. Google sendiri menyatakan bahwa tidak ada pembedaan perlakuan hanya berdasarkan ekstensi domain. Website dengan konten orisinal dan kualitas yang baik tetap punya kesempatan untuk direkomendasikan Google.
Namun, berdasarkan pengalaman yang saya alami, ada perbedaan yang terasa ketika mengelola website dengan ekstensi domain tersebut.
Kalau menggunakan domain .MY.ID atau .WEB.ID, rasanya kita harus bekerja lebih keras untuk membangun eksistensi website. Kita harus menunjukkan bahwa website ini benar-benar punya konten orisinal, tulisan yang dibuat sendiri, dan bukan sekadar website pendukung atau website spam.
Ibaratnya, website dengan domain tersebut harus dibangun dulu reputasinya sampai bisa bersaing dengan website lain. Setelah itu, barulah kita berharap postingan-postingan kita bisa ikut bersaing di hasil pencarian.
Kerjanya terasa dua kali. Maksudnya bukan benar-benar dua kali lipat, ya. Tapi ada usaha tambahan yang menurut pengalaman saya harus dilakukan.
Nah, kalau tujuannya memang untuk mengejar traffic, tentu ini jadi pertimbangan. Tapi kalau hanya untuk menulis dan menuangkan pikiran, apakah semua itu masih perlu dipikirkan?
Blog Pribadi yang Awalnya Cuma Iseng, Kok Jadi Ingin Mendatangkan Traffic?
Sebenarnya, blog Pasir Gurun ini juga awalnya iseng saja. Nggak ada target khusus, apalagi target menghasilkan uang.
Tapi belakangan, saya justru lebih rutin mengisi konten di blog ini dibandingkan blog-blog pribadi sebelumnya. Blog yang dulu biasanya jarang diperbarui, sekarang malah lebih sering saya isi.
Bahkan, mulai ada traffic. Ada orang yang membaca dan memberikan komentar pada postingan saya. Salah satunya tulisan tentang WPS Office.
Nah, ternyata ada juga yang membaca dan merespons tulisan kita. Rasanya menyenangkan juga.
Di sinilah mulai muncul kegalauan berikutnya.
Walaupun ini hobi, bukankah kita juga meluangkan waktu untuk melakukannya? Kalau memang sudah meluangkan waktu untuk menulis di blog, kenapa tidak sekalian berharap tulisan itu dibaca banyak orang?
Siapa tahu traffic-nya besar. Siapa tahu bisa menghasilkan sesuatu. Minimal, lumayanlah kalau bisa untuk membayar biaya hosting setiap bulan atau setiap tahunnya.
Awalnya berpikir, sudahlah, ini cuma hobi. Nggak usah mengejar traffic. Tapi lama-lama muncul juga keinginan untuk mengoptimalkannya.
Akhirnya kembali lagi ke pertanyaan awal: kalau memang ingin mendapatkan traffic, kenapa masih bertahan dengan domain .MY.ID? Kenapa nggak sekalian ganti ke .COM?
Menulis untuk Hobi, Tapi Pikiran Tetap ke SEO
Salah satu penyebabnya mungkin karena sejak awal saya mengenal dunia menulis melalui blog. Jadi, sudah terbentuk mindset bahwa menulis di blog itu selalu berkaitan dengan SEO.
Apalagi saya memang cukup terobsesi dengan SEO. Kalau sedang belajar atau mengakses situs-situs SEO, melihat SERP, atau membuka Google Keyword Planner untuk mencari kata kunci, rasanya selalu ingin mengoptimasi tulisan.
Akhirnya, ketika menulis di blog hanya sebagai catatan pribadi, rasanya kok nggak bisa benar-benar lepas dari SEO.
Pernah mencoba membiarkan tulisan begitu saja. Pokoknya menulis, nggak usah memikirkan SEO. Tapi tetap saja, lama-lama dirapikan lagi.
Mulai dari judul, meta title, sampai meta description. Jumlah karakternya diperhatikan, deskripsinya jangan terlalu panjang, dan sebisa mungkin mengikuti kaidah SEO.
Kalau menggunakan plugin SEO seperti Yoast SEO, indikatornya itu harus hijau. Ada banyak indikator yang harus diperhatikan. Kalimatnya harus begini, panjang judulnya harus begitu, dan seterusnya.
Jujur, melihat indikator yang merah atau oranye itu kadang bikin risih sendiri.
Akhirnya saya memilih untuk tidak menggunakan Yoast SEO lagi. Saya beralih ke plugin Slim SEO. Kalau tidak salah namanya begitu. Plugin ini lebih sederhana dan tidak terlalu banyak menampilkan indikator seperti Yoast SEO.
Bagi saya, yang penting optimasi dasar seperti meta title dan meta description sudah dilakukan. Sementara hal-hal lainnya tidak perlu terlalu dipaksakan.
Bahkan, saya sampai memilih ganti plugin SEO hanya karena tidak ingin terus-menerus melihat indikator merah dan oranye.
Sampai segitunya, ya, saya memikirkan SEO.
Kenapa Blog Pribadi Ini Tetap Ingin Diisi?
Di tengah semua kegalauan itu, sebenarnya ada alasan lain kenapa saya betah mengisi blog Pasir Gurun.
Awalnya berpikir, blog ini kan tidak menghasilkan uang. Tapi lama-lama terasa bahwa ada sesuatu yang membuatnya tetap penting.
Salah satunya karena saya ingin menuangkan pikiran-pikiran yang ada di kepala. Tentang apa saja. Seperti yang saya tulis di halaman Tentang atau menu Kenalan Dulu, sebenarnya ada banyak sekali hal yang ingin saya ceritakan.
Ada banyak pikiran yang ingin dituangkan dalam bentuk tulisan.
Dan kita semua tahu, ketika menulis, apa yang ada di pikiran kita menjadi lebih mudah dikonstruksikan. Persoalan yang tadinya terasa ruwet atau bikin pusing, setelah dituangkan ke dalam tulisan, kadang justru menjadi lebih jelas.
Kita bisa mengurai persoalannya. Bisa mendeteksi dan memetakan sebenarnya apa yang sedang kita pikirkan.
Bahkan, ada perasaan lega tersendiri setelah menuliskannya. Sesuatu yang tadinya terus berkecamuk di kepala, setelah dituangkan ke dalam tulisan, rasanya seperti sudah lepas dari pikiran.
Setidaknya, begitu yang saya rasakan.
Ada kepuasan tersendiri ketika bisa menuliskan sesuatu, lalu membacanya kembali. Bahkan, tulisan sendiri pun saya baca lagi. Kadang saya edit ulang tulisan yang kemarin dibuat supaya lebih rapi dan enak dibaca.
Intensitas saya berinteraksi dengan blog Pasir Gurun ini juga rasanya semakin sering. Setidaknya, sekadar membuka blog, membaca tulisan sendiri, atau mengisi artikel baru.
Jangan-jangan, ini bukan sekadar hobi lagi. Atau jangan-jangan memang sudah menjadi passion?
Jadi, Ganti ke .COM atau Tetap Bertahan dengan .MY.ID?
Nah, semakin rutin menulis, semakin muncul keinginan untuk mengoptimasi blog ini. Siapa tahu bisa mendatangkan traffic dan menghasilkan sesuatu, minimal untuk membayar biaya hosting.
Tapi di sisi lain, saya sebenarnya tidak ingin terlalu fokus mengurus blog Pasir Gurun ini. Ada pekerjaan dan kegiatan lain yang juga ingin saya kerjakan, terutama yang memang bisa menghasilkan tambahan uang.
Sementara blog ini awalnya hanya untuk hobi. Untuk menuangkan pikiran, bukan untuk mengejar penghasilan.
Akhirnya, pikiran itu bolak-balik lagi. Apa ganti domain .COM saja, atau tetap bertahan dengan domain .MY.ID?
Kalau dipikir-pikir, saya sendiri juga bingung. Kenapa punya blog? Buat apa? Kalau memang hanya untuk dikonsumsi sendiri, kenapa harus punya blog dan menulis di sana? Apalagi blognya juga tidak saya promosikan ke siapa-siapa.
Tapi kalau memang ingin dibaca orang lain, kenapa tidak sekalian dikelola dengan lebih serius?
Begitulah. Ada banyak pikiran yang saling bertabrakan dan kadang bikin galau sendiri.
Mungkin ada juga yang punya cerita atau pengalaman serupa. Punya blog pribadi, awalnya hanya untuk hobi, tetapi lama-lama kepikiran juga soal traffic, SEO, dan kemungkinan menghasilkan uang dari blog.
Atau mungkin sedang mengalami dilema yang sama: memilih domain .COM, .NET, atau tetap menggunakan domain Indonesia seperti .ID dan .MY.ID?
Oh iya, domain .ID dan .MY.ID itu berbeda. Domain .ID merupakan domain premium tersendiri. Kalau pertimbangannya untuk SEO lokal, tentu ada hal lain yang bisa dibahas juga.
Silakan cerita di kolom komentar. Mau cerita panjang juga nggak apa-apa. Cerita sepuas-puasnya, siapa tahu saya jadi punya teman untuk membicarakan kegalauan memilih domain blog pribadi ini.







